Mencontek Awal Dari Korupsi
oleh: Muhammad Hanif
Sampai saat ini, Indonesia menempati posisi
ke empat sebagai negara terkorup di Asia .Dari tahun ke tahun bukannya semakin
menurun tapi semakin meningkat.Memang ada saja sebab seseorang untuk
korupsi,mulai dari alasan ekonomi,kurangnya pengawasan,banyaknya kesempatan peluang
dan lain-lain. Tapi alasan yang paling kuat yang melandasi seseorang untuk
korupsi adalah terpupuknya ketidakjujuran sejak kecil, seakan ketidakjujuran
itu sudah mendarah daging pada dirinya.Salah satu faktor yang menyebabkan ketidakjujuran
adalah : MENCOTEK. Bagaimana bisa? Para pelajar kini nekat mencontek karena
hanya ada 2,6 juta kursi mahasiswa baru untuk pelajar lulusan sekolah menengah
yang jumlahnya 9,5 juta.Sepertinya tidak salah bila negara ini dipenuhi dengan
para koruptor.Sejak muda,sistem pendidikan yang di sediakan telah menjadikan
ketidakjujuran terbangun secara kuat dalam diri. Sistem penilaian yang lebih
mengutamakan otak pengingat,menjadikan sebagian besar siswa yang belum mampu
membangun sistem mengingat,memerlukan alat bantu.
Apa yang
menyebabkan seseorang untuk mencontek? Karena dia tidak bisa di pelajaran
tersebut,kalau dia bisa tidak mungkin dia mencontek.Apa yang menyebabkan dia
tidak bisa?karena itu bukan merupakan potensinya. Akhirnya semua orang yang
tidak bisa pun akan mencontek.Sekarang, mencontek
menjadi hal yang biasa bagi semua orang. Bahkan hal ini sudah mendarah daging,
akhirnya perbuatan curang ini pun jadi kebiasaan. Kalau kecurangan sudah
terpupuk sejak dini,otomatis akan terbawa sampai masa depan. Orang yang
terbiasa mencontek pasti akan terbiasa berbuat curang,akibatnya ketika dia
sudah mendapat pekerjaan maka dia pun akan berbuat curang di pekerjaannya
seperti korupsi,kolusi dan nepotisme.
Kegiatan mencontek
ini sebenarnya disebabkan karena salahnya sistem pendidikan di Indonesia. Sistem
pendidikan di Indonesia lebih mempentingkan hasil daripada proses. Akibatnya
semua siswa berusaha mati-matian mencapai hasil yang ditargetkan. Padahal tidak
semua siswa mempunyai bakat di bidang akademis. Dan akhirya mereka pun mencari
jalan pintas. Jika dibiarkan terus koruptor di Indonesia akan terus bertambah
dan Negara akan semakin rugi. Bagaimana cara mengatasinya? Gantilah sistem pendidikan
menjadi sistem yang mengacu pada proses, bukan hasil. Sistem yang mengacu pada
potensi setiap siswa