Rabu, 18 Juli 2012

New Job!

  Sumpah rada ilfeel aku liat judul postingan ini -__- ok, move on.. I would tell the first day of my XII class. Jadi di awal semester ini aku mendapat sesuatu yang berbeda. Malam senin seperti yang aku tulis di blog kemarin aku berniat untuk merubah diri jadi lebih baik dan memang benar aku melakukannya. Pada saat upacara, seperti biasa ada pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi and i got a treble winner runner-up. Jadi aku dapet 3 penghargaan: juara 2 lomba public speech,juara 2 lomba film dan peringkat 2 rata2 nilai kelas. Entah kebetulan apa peringkat 2 semua -_- at least i was happy because i got some money muahaha [mata duitan]

  Berhubung hari pertama aku jadi panitia MOS so aku belum ngicipin gimana rasanya jadi kelas XII, padahal aku udah niat mau belajar extra. Seperti biasa aku selalu ngobrol dengan penjaga perpus sekolah, pak

Minggu, 15 Juli 2012

Facing The Giants

  Last night of holiday, and i dont know what to do here. So I just grab my laptop. it's been 2 weeks since I didn't touch my laptop. Over the holidays I only use computers (for playing video games and watching movie) and mobile phones (for stuff). Well, i want to write about "Facing the Giants". This phrase is so familiar for us, yeah that is a popular movie title and some people use that sentence to describe facing something "big and hard"[ojo negatif yo] .The Giants that i mean here is National Final Exam [nek bahasa indonesiane UAN]

  Wis ah rasah sok inggris, nggo basa Indo wae ben ora do bingung :P Jadi ceritanya nih besok aku udah kelas XII, cepet amat ya perasaan baru aja lulus SMP kemarin. Yah emang beginilah hidup, kadang waktu mbrangkang suwe banget, and often run fast as fuck. The main problem yang biasa dihadapi anak-anak kelas XII yaitu : UAN dan next destination (University or Jobs). Mungkin kita semua juga masih ingat lah rasa-rasa menghadapi UAN, waktu SMP kita juga pernah mengalaminya dan itu juga baru aja. Tapi UAN di SMA bener bener the Giants, atau The Last Boss yang harus kita kalahkan karena setelah kita mengalahkannya, kita akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya : The Real World. Sebenernya UAN ini juga tidak menjadi sekedar tes kemampuan akademik kita tapi juga mental dan passion. Walaupun saya pribadi juga sangat tidak setuju pada tes tolak ukur macam ini tapi ya.... hadapi aja yang ada, optimis aja deh pemerintah ngasih jalan terbaik buat penerus bangsa

  Setiap orang mempunyai respon yang berbeda menghadapi UAN ini, apalagi dari hari pertama seperti sekarang ini. Sebagian besar don't give a fuck lah, kalau dipikir-pikir iya juga ya? UAN masih lama kalee.. ngapain juga dipikir dari sekarang? ini yang posting agak kepo apa bijimane ya? hehe.. Tapi emang saya pribadi udah prepare dari hari pertama. Mungkin ga intensif lah tapi bentuk preparenya adalah PERUBAHAN PADA DIRI SENDIRI. Henshin! di kelas XII ini kita harus berubah dalam sikap, kalau tadinya kelas XI masih labil ya berubah jadi konstan, kalo kelas XI masih cowok ya berubah jadi pria, kalau kelas XI putus ya move on #ehganyambung. So intinya di masa terakhir sekolah ini emang harus dipersiapkan dengan baik. UAN emang bukan segalanya. Karena setelah UAN itulah ujian kehidupan yang sebenarnya.

  Aslinya mau ngasih tricks (not tips) buat menghadapi UAN nih tapi berhubung masih lama ntar deh dibahas di Facing The Giants Part 2, kalau buat sekarang ya Henshin aja dulu deh.. Berhubung besok udah masuk sekolah ya persiapkan segalanya dulu, be attractive as you can, kan besok bakal ketemu adek-adek kelas baru.. kali aja ada yang kecantol #tsaah 
   
Cukup sekian dulu ah postingnya.. good night dan selamat beraktivitas!


Jumat, 06 April 2012

Suka Duka Ngadmin

Kembali ngepost lagi setelah sekian tahun absen.kali ini aku mau cerita suka duka ngadmin alias jadi admin. jadi admin disini artinya adalah jadi pengurus forum2 social network. sudah hampir setengah tahun ini aku aktif ngadmin. Perjalanan ngadmin dimulai dari forum idiom inggris tahun lalu. jadi aku bikin forum idiom inggris di fb dan ternyata peminatnya lumayan. aku pun harus sabar menjawab pertanyaan dari banyak orang dan rajin share info terbaru. aku jadi admin di forum ini cuma 3 bulan dan akhirnya aku serahkan ke master idiom inggris karena aku sudah tidak sempat mengurus forum tersebut. Waktu itu aku ada kerjaan karya tulis dan sempat vakum di forum online

Perjalanan ngadminku dimulai lagi, kali ini di kaskus, disitu ada salah satu forum tentang pc game, aku sempat mengurus forum tersebut beberpa lama. sempat ada kendala juga karena mengurus forum di kas

Rabu, 14 Maret 2012

Childhood Then vs Now


Sekarang aku mau bahas tentang childhood a.k.a masa kanak2 , kita semua pernah merasakan masa kanak2 yang indah bukan? pasti ingat dong dengan kekonyolan kita dulu.. Well yang bakal aku bahas adalah masa kecil jaman sekarang dan jaman kita kecil dulu. Ini terinspirasi dari adik-adikku yang masih kecil

  Akhir-akhir ini aku mengeluhkan kelakuan adikku karena mereka liburan hanya main game komputer di rumah, wajar sih tapi juga harus diimbangi dengan kegiatan outdoor, aku coba tanya : "kok ga main di luar sih? sekali-kali main dong sama temen2mu" dan adikju bilang : "mereka juga pada main komputer di rumah"... der! Aku pun sadar tinggal di perumahan di daerah perkotaan yang otomatis setiap rumah pasti punya barang2 virtual mainan anak2 jaman sekarang dan memang begitu kenyataannya. Handphone, PS, xBox, laptop, komputer, psp, dll. bukan barang asing lagi

  Aku coba bandingkan masa kecilku dengan masa kecil adikku, aku juga sudah tinggal di perumahan ini sejak dulu. Tapi agaknya masa kecilku lebih indah. Setiap

Sabtu, 03 Maret 2012

Back To Android

Udah lama nih ga ngeblog.. dikarenakan sekarang sedang sangat ada waktu luang maka aku sempatin buat posting.

 Beberapa bulan yang lalu aku melakukan review mengenai blackberry dengan handheld Blackberry Dakota, ternyata di luar perkiraan aku ga bisa bertahan lama sama dia, hehe.. Yah kesabaranku udah habis, dulu aku menantikan perkembangan blackberry app world yang katanya dijanjikan akan berkembang pesat tapi kenyataannya.. tidak terbukti, aku kecewa sama RIM. Walaupun handheldnya bagus tapi kalo aplikasinya kosong sama aja, meskipun mobile officenya OS 7 udah bagus tapi seharusnya bisa lebih bagus lagi.

 Setelah melakukan pertimbangan akhirnya aku putuskan untuk menjual blackberry dakotaku, aku jual di kaskus baru 5 menit posting yang sms udah 24 orang dan terus bertambah.. iyalah masalahnya cuma aku jual 4 juta, ada juga yang mau TT sama iPhone 4 32gb. setelah bingung akhirnya deal sama agan Surya, ketemuan di Temanggung dan dia langsung bayar cash. Selama 2 hari aku vacuum ga pegang HP. Dengan dana sekitar 5 juta aku mempertimbangkan handheld apa yang akan aku beli, sempet pengen beli iPhone tapi udah punya iPod Touch jadi aku putuskan beli android aja. Pertama aku tertuju pada Samsung Galaxy S 2. Ngiler liat speknya..

Senin, 23 Januari 2012

Smartphone Comparison

  Jaman sekarang emang lagi marak2nya perang gadget ya, yang paling jadi trending adalah persaingan pasar antara RIM,android,dan apple, sebenernya ada juga windows mobile dan palm tree tapi yang populer di Indonesia cuma 3 itu
RIM dengan blackberry, apple dengan iPhone, dan Android dengan beberapa ponsel tapi yang paling terkenal adalah samsung galaxu,tentunya kita semua udah ga asing dengan nama2 tersebut,aku sendiri juga termasuk gadget addict jadi otomatis juga membeli gadget2 tersebut, tapi yang kucoba cuma blackberry sama android, soalnya ga punya duit beli iPhone :P well tapi menurut aku apple ga jauh beda sama android.


Disini aku akan melakukan komparison/perbandingan antara apple,android dan RIM menurut pengalaman dan sudut pandangku sendiri

  Gadget pertama yang aku coba adalah android, melihat perkembangan yang begitu pesat aku langsung jatuh cinta sama android, bagaimana tidak? Ribuan aplikasi gratis

Jumat, 13 Januari 2012

Pentingkah UAN?



Misalnya saja UNAS itu nggak ada, bagaimana orang bisa mengukur standar kualitas pendidikan di Indonesia. UNAS bisa menjadi semacam sertifikasi hasil pembelajaran selama ini. Semestinya kalau ada UNAS, ya harus ada standarisasi kurikulum tingkat nasional. UNAS harus ada untuk standarisasi dan pengukuran barometer keberhasilan pembelajaran, tetapi dengan prosedur yang mengarah ke sana. Biasanya soal-soal UNAS tidak ada sama sekali hubungannya dengan pelajaran. Semestinya dengan UNAS, segera tentukan buku standard yang ada, sehingga siswa tidak dibingungkan dan soal-soalnya harus selalu diperbaharui, tidak meniru soal-soal yang dulu, kalaupun ada soal yang sama harus divariasi. Selama ini siswa-siswa dibebaskan memakai sumber pelajaran yang berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lainnya.

Dengan UNAS, siswa-siswi harus menguasai pelajarannya lebih dulu sejak awal tahun masuk...........
Jangan sampai pas menjawab soal hanya menghitung kancing baju.....................
Dengan UNAS dan standarisasi pelajaran, dimungkinkan siswa dari Sumatra bisa melanjutkan belajar di Jawa, atau sebaliknya, siswa Kalimantan bisa belajar di Sumatra atau sebaliknya, pokoknya belajar lintas daerah.

Akan tetapi mulok tetap harus ada.....................walaupun tidak di UNAS-kan.
Tidak seharusnya menganaktirikan ilmu-ilmu sosial dari ilmu eksakta.....................
menurutq yg jadi keberatan banyak pelajar bukan ujiannya yg jadi penentu masa depan nya.dari dulu sebelum taun 2003 juga ada udah ada nilai standar murid berhak lulus ato engga, cuma emang persyaratan yg berlaku ga "sekejam" sekarang. pun mata pelajaran yg diujikan memang sesuai dengan apa yg sudah dipelajari. selain itu, kekejaman lain yg membuat pelajar keberatan karna tidak adanya jaminan atawa fasilitas yg bisa diberikan pemerintah lewat sekolahnya utk mencerdaskan at least memastikan pelajar memahami pelajaran dengan baik.

Banyak usaha yg seharusnya bisa dilakukan pemerintah termasuk guru sebagai pendidik. ga sekedar tranfer teori tapi seharusnya bisa mentransformasikan nilai2 esensial yang ada dlm mata pelajaran itu sendiri sehingga tdk menjadikan peserta didik makan teori. kenyataannya selama ini pelajar indonesia tdk dididik utk memahami drmana teori itu berasal tp kesanggupan menjawab pertanyaan dengan benar.

Mungkin kurikulum yg sedang coba dikembangkan oleh pemerintah pun dlam rangka mengembangkan keilmuan tiap anak sekaligus kemandirian belajar,hanya saja memandirikan tanpa mendampingi sehingga setiap anak yg belajar kesusahan mengimplementesaikan terlebih tidak pernah adanya sosialisasi dan penjelasan scr gamblang apa perbedaan dan tujuan tiap kurikulum.saya sepakat ktk kurikulum bertujuan memandirikan anak bangsa spy tidak jadi "bayi" yang selalu disuap tp kehilangan kreativitas. cuma ya itu, ga semua pelajar sanggp dimandirikan dg cara "dilepas".setiap tahun berganti murid,dari beragam latar belakang pendidikan,keluarga dll sementara guru relatif tetap utk jangka waktu yg lama.

Well, menurut saya sebetulnya para pelajar tidak akan begitu keberatan adanya std kelulusan selama sistem yg sedang diujikan dan dikembangkan ini juga diseimbangkan dengan fasilitas yg seharusnya diberikan pd pelajar terlebih jaminan tentang next step yg seharusnya ada yg sanggup menjamin masa depan mereka.bukankah setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak?saya fikir sangat tidak fair seorang pelajar peserta olimpiade matematika dan pada saat pengumuman dinyatakan tdk lulus krn makanan sehari2nya-yaitu matematika-tdk lolos std kelulusan sementara penilaian LJS itu melalui mesin scan.
seandainya dia diminta mengerjakan dengan essay dan gurunya yg mengoreksi kemungkinan dia lulus diatas 90%.ini membuktikan masih adanya kelemahan dalam sistem yang diberlakukan sekarang.walaupun tdk berarti ujian itu dihapuskan tetapi berdasar apa yg terjadi di lapangan selama inisaya pikir sudah selayaknya pemerintah membuka mata utk lebih perhatian terhadap aspirasi pelajar itu sendiri. toh pelajar kita bukan orang yg buta dengan aturan main pun bukan orang yg tidak mau diatur,pelajar sekarang semakin cerdas dalam mengkritisi kebijakan yg memang tidak "fair".
Fasilitas,jaminan,next follw up system 3 hal inilah yg seharusnya diperbaiki da diadakan terlebih dahulu utk menjamin kelulusan seluruh anak didik sekaligus menjamin tidak adanya kecurangan2 yg mungkin terjadi pd saat mereka diuji dan orisinalitas keilmuan yg mereka kuasai.buat pelajar indonesia: be smart!
wallahu'alam

PENTINGNYA UAN
Unas sayakira tetap penting sebagai media evaluasi akhir siswa. Evaluasi memang sebaiknya dipegang pemerintah. Karena banyak sekolah memang gak berani tidak meluluskan siswanya yang memang gak mampu. Mereka yang gak layak lulus tetap diluluskan, khawatir ancaman keselamatan hingga materi dari para guru maupun sekolah.
Di sisi lain, banyak sekolah yang tidak berani tidak meluluskan siswanya karena khawatir dianggap kualitasnya rendah.
Dengan kelulusan dipegang pemerintah, maka tanggung jawabnya tetap pada pemerintah.
Namun demikian, bagi sekolah yang mapan dan baik kualitasnya, sebaiknya menerapkan kriteria lulus UNAS Plus. Artinya, kriteria kelulusan UNAS masih sebatas minimal, untuk seluruh siswa di indonesia. Karena itu, sekolah yang bagus harus menambahkan kriteria kelulusannya lagi. Berani nggak?
Kalu gak berani sama saja dengan menurunkan kualitas sekolah tersebut.
UAN TIDAK PENTING:
  Secara Global setelah diperhatikan sampai sekarang, bangsa Indonesia tidak maju. Jika dibuat ujian seperti apapun, tetap Indonesia tidak maju. Kalo mau dianalisa yang membuat maju bangsa Indonesia bukan masalah ujiannyo.
2. Banyak orang2 pintar dengan nilai akhir rata-rata 7 ato 8 ato 9. dari dulu tuh. tapi kenyataannya Indonesia masih hancur. Indonesia tidak terlihat di dunia. Indonesia tetap menjadi negara perahan. Malah ada seorang Profesor yang menjabat Rektor suatu kampus terkemuka di Indonesia, dalam acara televisi menyatakan "mana haknya orang kaya?" kenapa semua untuk orang miskin? saya yakin bahwa Profesor tsb sudah bejat moralnya. Mana bisa dia jadi profesor kalo tidak dapat dana dari beasiswa? sungguh aneh jika ada profesor dari kaum borjuis. karena kaum borjuis tidak suka belajar. sukanya hura2. mungkin profesor ini hanya kaki tangan kaum tsb.
3. Yang diperlukan bangsa Indonesia adalah orang2 yang berani membuat perubahan. tentunya untuk bangsa ini bukan untuk kaumnya saja. Bukan orang2 yang dicetak pintar tetapi tidak kuat terhadap perubahan. Hanya mengandalkan nilai bagus saja. Seorang pengarang buku perubahan yang laris ditahun 2007 dan juga seorang dosen. ternyata hanya bisa membuat buku dan menjadi dosen. hanya tulisan saja bukan kenyataan.
4. UNAS merupakan salah satu penyaringan manusia Indonesia. Analoginya jika ada manusia yang tidak melewati saringan ini bagaimana mental orang tersebut setelahnya? Saringan manusia ini adalah penciptaan dari manusia2 yang ada, yang mengganggap dirinya pintar; tapi membodohi orang lain.
5. Kenyataannya Indonesia masih bisa di Pinterin oleh bangsa lain. Dengan sejarah yang ada artinya pendidikan di Indonesia bukan untuk memajukan siswanya tetapi untuk minterin mereka.
6. Kalau membandingkan nilai rata2 hasil kelulusan negara lain, tentunya harus dibandingkan pula dengan proses belajar yang dilakukan mereka. Jangan membandingkan ekornya saja sedangkan kepala dan anggota tubuh yang lain tidak dibandingkan. Suatu pembentukan opini yang minterin juga ini.
7. Solusinya saat ini adalah; Indonesia memerlukan orang2 berperilaku moral yang baik. Karena ini telah terjadi penghapusan pendidikan moral. Hal ini ditujukan untuk mengurangi angka korupsi dan calon2 koruptor di Negara ini. Hilangkan UNAS, karena UNAS tidak mendidik siswa menjadi pemberantas koruptor. Simpelkan...
8. Pengalaman saya; membuat suatu tempat untuk berubah, yang bisa membuat tempat tersebut maju, butuh tenaga ekstra dan pikiran yang kuat untuk berhasil. dan kekuatan hati untuk mendobrak rutinitas yang ada. dan keberhasilan adalah hasil yang akan dicapai. dan penciptaan tersebut bukan dinikmati untuk diri saya sendiri tetapi untuk orang lain. karena yang saya miliki adalah haknya orang lain saya hanya meminjam tubuh ini dari Alloh, dan saya akan kembali kepada Nya nanti.

Sabtu, 10 September 2011

KELAS PECUNDANG

Entah kenapa tibatiba saja aku menulis ini,tapi memang benar-benar terjadi pada sekolah menengah atas di negara ini : 'kastanisasi kelas'

Memang sebenarnya tidak perlu difikirkan karena sang pencetus sistem ini mengharapkan bisa menjuruskan setiap siswa SMA sesuai dengan potensi dan minat mereka,tapi apa daya karena akhirnya terjadi kesalahpahaman,banyak orang berfikir kelas IPA lebih baik,dan yg lain dibawahnya,dalam artian kelas ipa ada di kasta tertinggi,karena materi yang dipelajari memang lebih berat,jadi tidak sembarang siswa bisa mengambilnya,sedangkan kelas social dan bahasa terkesan lebih mudah,padahal sebenarnya sama saja hanya arahnya yang berbeda.
banyak orang yang tidak ambil pusing soal ini karena...ya,manusia memang arogan! Mereka yang 'gagal' masuk kelas IPA dengan santainya bilang :"di IPS/bahasa aku juga bisa sukses","IPS kan kelasnya pengusaha","ngapain masuk IPA toh pas kuliah mayoritas pda ngambil IPS","Masuk IPS biar kaya"..nah,kata2 seperti itu yang sering kita dengar dari mereka yang 'gagal' masuk IPA,beda lo dengan yang memang niat masuk IPS/bahasa.Ungkapan diatas tadi memang optimis walaupun sebenarnya arogan.kalo yang parah: 'asyik masuk ips/bhs gak ketemu kimia/fisika/bio lagi','udah gk pusing lg mikir pelajaran ipa','di ips/bhs lebih santai'

____________________________________________________________________________________