Minggu, 12 Januari 2014

Artikel : Mencontek Awal Dari Korupsi

  Beberapa bulan yang lalu, artikel saya dimuat di koran kompas, 14 November 2013. Daripada tulisan saya hilang ditelan bungkus gorengan jadi saya publish di tempat immortal ini, selamat membaca:

Mencontek Awal Dari Korupsi
oleh: Muhammad Izzuddin Hanif

    Sampai saat ini, Indonesia menempati posisi ke empat sebagai negara terkorup di Asia .Dari tahun ke tahun bukannya semakin menurun tapi semakin meningkat.Memang ada saja sebab seseorang untuk korupsi,mulai dari alasan ekonomi,kurangnya pengawasan,banyaknya kesempatan peluang dan lain-lain. Tapi alasan yang paling kuat yang melandasi seseorang untuk korupsi adalah terpupuknya ketidakjujuran sejak kecil, seakan ketidakjujuran itu sudah mendarah daging pada dirinya.Salah satu faktor yang menyebabkan ketidakjujuran adalah : MENCOTEK. Bagaimana bisa? Para pelajar kini nekat mencontek karena hanya ada 2,6 juta kursi mahasiswa baru untuk pelajar lulusan sekolah menengah yang jumlahnya 9,5 juta.Sepertinya tidak salah bila negara ini dipenuhi dengan para koruptor.Sejak muda,sistem pendidikan yang di sediakan telah menjadikan ketidakjujuran terbangun secara kuat dalam diri. Sistem penilaian yang lebih mengutamakan otak pengingat,menjadikan sebagian besar siswa yang belum mampu membangun sistem mengingat,memerlukan alat bantu.

  Apa yang menyebabkan seseorang untuk mencontek? Karena dia tidak bisa di pelajaran tersebut,kalau dia bisa tidak mungkin dia mencontek.Apa yang menyebabkan dia tidak bisa?karena itu bukan merupakan potensinya. Akhirnya semua orang yang tidak bisa pun akan mencontek.Sekarang, mencontek menjadi hal yang biasa bagi semua orang. Bahkan hal ini sudah mendarah daging, akhirnya perbuatan curang ini pun jadi kebiasaan. Kalau kecurangan sudah terpupuk sejak dini,otomatis akan terbawa sampai masa depan. Orang yang terbiasa mencontek pasti akan terbiasa berbuat curang,akibatnya ketika dia sudah mendapat pekerjaan maka dia pun akan berbuat curang di pekerjaannya seperti korupsi,kolusi dan nepotisme.

  Kegiatan mencontek ini sebenarnya disebabkan karena salahnya sistem pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan di Indonesia lebih mempentingkan hasil daripada proses. Akibatnya semua siswa berusaha mati-matian mencapai hasil yang ditargetkan. Padahal tidak semua siswa mempunyai bakat di bidang akademis. Dan akhirya mereka pun mencari jalan pintas. Jika dibiarkan terus koruptor di Indonesia akan terus bertambah dan Negara akan semakin rugi. Bagaimana cara mengatasinya? Gantilah sistem pendidikan menjadi sistem yang mengacu pada proses, bukan hasil. Sistem yang mengacu pada potensi setiap siswa







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

____________________________________________________________________________________